Kumpulan segala berita update aktual | Nasional | Daerah | Politik | Ekonomi | Sosial | Budaya | Kesenian | Olahraga | Pendidikan | Mode | Teknologi | Wisata | Kuliner | Belanja | Agama

LightBlog

Breaking

23 January 2018

SEORANG POLISI DI SEMARANG DIBUNUH OLEH ORANG TERLATIH

Sabtu (20/1) dini hari. Anggota Polsek Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang, Aiptu Samsul Huda ditemukan tak bernyawa di Jalan Arteri Yos Sudarso, Kota Semarang. Tepatnya di depan Hotel Puri Garden pada sabtu pukul 00.15 WIB dengan posisi tergeletak di samping motornya. Seragam dinas kepolisian masih melekat di tubuhnya.
Menurut Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji, korban ditemukan sekitar pukul 00.14 WIB.oleh Andhika bagas (33) yang kebetulan tengah melintas– melihat ada orang tergeletak di samping sebuah sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi K 6535 RS, yang belakangan diketahui merupakan Aiptu Samsul Huda, anggota polisi lalu lintas Polsek KP3 tanjung Emas.
Saat menolong korban Andhika dibantu Gunawan (46) yang juga kebetulan lewat dan dihentikan oleh Andhika.
Korban lepas dinas di Polsek Tanjung Emas Semarang pukul 20.00 WIB. Selanjutnya, korban meninggalkan tempat dinasnya. “Melihat dari waktu dan jalur, merupakan jalan yg setiap hari dilalui korban. Kami sedang menyelidiki lebih mendalam. Korban ini setelah lepas dinas kemana saja,” ucap Abioso.
“Dari pemeriksaan di kamar jenazah, korban tidak meninggal karena kecelakaan. Tapi pembunuhan karena banyak ditemukan luka tusukan senjata tajam,” tegas Abioso.
Berdasarkan pemeriksaan awal terhadap jasad korban, polisi menemukan luka-luka terbuka. Seperti robeknya jari kelingking sebelah kanan, jari jempol sebelah kiri dan luka robek paha kanan bagian belakang.
Selain itu, korban juga mengalami luka tusuk sepanjang 3 sentimeter di bagian perut sebelah kanan maupun sebelah kiri, luka tusuk di dada sebelah kanan atas dan tengah, serta luka tusukan benda tajam di bagian perut sebelah kiri. Punggung korban juga tak luput dari luka tusukan.
Jaket, baju dinas yang dikenakan serta tas korban pun juga diketahui robek. Hal ini menunjukkan serangan dengan senjata tajam ini diduga merobek jaket, seragam hingga tembus dan melukai badan korban.
“Luka parah akibat benda tajam inilah yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” ungkap Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, Sabtu (20/1)
Korban meninggalkan seorang istri dan satu anak satu laki-laki yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP. Sesuai keinginan keluarga korban, Aiptu Samsul Huda akan dimakamkan di tempat kelahirannya, Magelang, Jawa Tengah.
Saat ini Polrestabes Semarang masih melakukan penyelidikan atas kasus dugaan pembunuhan terhadap anggota Polsek Pelabuhan Tanjung Emas. Yakni, Aiptu Samsul Huda, 49. Diduga, korban dihabisi lebih dari satu orang.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji menuturkan, dilihat dari sejumlah luka yang ditemukan di tubuh korban, kemungkinan korban diserang ketika sedang berinteraksi dengan pelaku lainnya. “Ada luka tusukan di punggung korban. Kemungkinan pelaku lebih dari satu orang,” ungkap Abioso usai proses otopsi jenazah korban di RSUP dr. Karyadi, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (20/1).
Diduga, pelaku pembunuhan diperkirakan orang yang cukup terlatih. Baik dalam penyerangan maupun penggunaan senjata tajam. “Ada sayatan di bagian telapak tangan yang cukup panjang. Jari telunjuk kiri hampir putus. Di paha juga ditemukan (luka sayatan panjang). Jadi dilihat dari lokasi tusukan yang merupakan bagian vital, pelaku ini sudah terlatih,” terang polisi yang akrab disapa Abi itu.
Kini, motif pembunuhan Aiptu Samsul Huda masih dalam penyelidikan. Polisi telah menurunkan sejumlah tim guna mengejar pelaku.

No comments: