![]() |
Singapura, Setelah dirawat sejak 2 februari 2019 di National University Hospital Singapura karena mengidap kanker darah, akhirnya perjuangan ibu Ani Yudoyono melawan penyakitnya harus berakhir.
Allah berkehendak lain. Allah telah memanggil ibu Ani Yudoyono untuk menghadapNya di tanggal 27 Ramadhan 1440 H. atau tanggal 1 Juni 2019, tepat di hari kelahiran Pancasila. Kristiani Herawati alias Ani Yudoyono meninggal pada jam 11.50 waktu singapura.
dr Terawan Agus Santoso, dokter kepresidenan memberikan keterangan bahwa tim dokter keprisedenan, bersama tim dokter spesialis dari Singapura dibantu beberapa dokter dari Amerika telah berusaha sebaik mungkin.
dr Terawan juga memberikan keterangan, bahwa kondisi Ani Yudoyono sempat membaik, tapi akhirnya kembali drop, bahkan harus menggunakan respirator sejak kemarin siang karena susah bernafas.
Sementara itu Hatta Rajasa yang mewakili keluarga menyampaikan berita duka ini. Hatta Rajasa menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan Ani Yudoyono, serta mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas perhatian rakyat Indonesia. Hatta Rajasa mengajak rakyat Indonesia mendoakan agar almarhumah mendapat kemudahan dan tempat yang layak dalam menghadap yang maha kuasa.
Hatta Rajasa menjelaskan, Jenazah akan disemayamkan, disucikan di kedutaan besar Indonesia untuk singapura. Selanjutnya jenazah disholatkan di Masjid Kedutaan besar Indonesia untuk Singapura. Lalu jenazah akan diberangkatkan ke tanah air besok jam tujuh waktu Singapura menggunakan pesawat Hercules menuju Bandara Halim Perdana Kusuma. Diperkirakan sampai di tanah air pukul delapan. Hata Rajasa selaku wakil keluarga menyampaikan bahwa keluarga iklas menghadapi ujian ini.
Jenazah akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.




No comments:
Post a Comment