Kumpulan segala berita update aktual | Nasional | Daerah | Politik | Ekonomi | Sosial | Budaya | Kesenian | Olahraga | Pendidikan | Mode | Teknologi | Wisata | Kuliner | Belanja | Agama

LightBlog

Breaking

06 September 2016

NJAGONG KABUDAYAN


 
Njagong kabudayan malam minggu tanggal 3 September 2016 di Pendopo kecamatan Mayong sangat gayeng. Kegiatan yang diprakarsai Tigor Siregar ini adalah pijakan awal dari kegiatan yang direncanakan dilakukan tiap selapan.Tujuan njagong ini adalah membahas permasalahan seputar Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara.

Di momen awal ini dibahas tentang pengembangan Ari-ari Kartini. Mayong yang notabene tempat dilahirkannya R.A Kartini, tokoh pemrakarsa emansipasi di Indonesia seolah diabaikan oleh pemerintah.
Menurut Tigor, Mayong adalah pijakan awal Emansipasi di Indonesia tapi seolah tidak dipedulikan.

Bak gayung bersambut, kegiatan ini disambut oleh banyak pihak yang peduli dengan Ari-ari kartini, mereka antara lain Kang munif yang pernah mencoba menghidupkan ari-ari kartini dengan even kesenian baca puisi 24 jam 2 tahun silam. juga ada kang Kustam, salah seorang motor Masyarakat Seni Mayong yang memulai adanya kegiatan peringatan hari lahir Kaartini di Kecamatan Mayong. Ada juga Didit seorang seniman dari Mlonggo yang turut baca puisi. Sementara dari golongan senior ada mbah modin Kasturi dan Pak Dar tokoh keramik Mayong. Tokoh Muda semacam mas Syarif Juga semangat meramaikan njagong kabudayan malam itu. Tidak ketinggalan Yik Dullah "Abahe", Kang Kuceng, dan Mas Iwan sang seniman musik akustik dari mayonglor. Njagong kabudayan malam itu semakin lengkap dengan hadirnya Dan Ramil "cah kene omahe kono" pak kamid, selain itu hadir pula pelaku "juragan" piknik mas Mulyono DM. yang lebih greget adalah hadirnya teman-teman dari luar Mayong ada mas iyan dari Kedung, ada Mas Rohmat dari Batealit, ada mas Buseri dari Tahunan.

Bu Camat yang didaulat menjadi narasumber pertama menyampaikan saat ini dari pemerintah kecamatan Mayong sudah mengajukan proposal untuk memugar Monumen Ari-ari Kartini, pembangunan jalan dan Gapura sebagai pintu masuk menuju monumen Ari-Ari Kartini.Menurut bu Rini Padmini proposal sudah disetujui dan proses pelaksanaan pemugaran segera dilaksanakan.

Kang Munif sebagai narasumber berikutnya lebih menyorot pengembangan Ari-ari kartini dalam jangka Panjang sebgai Tempat Wisata, dimana Kartini yang merupakan tokoh emansipasi adalah simbol pengembangan keilmuan dan kebudayaan, maka pengembangan monumen Ari-ari Kartini ke depan lebih diarahkan sebagai wisata budaya.

Mbah Modin Kasturi memaknai ari-ari sebagai mbing-mbing demikian orang tua mengatakan. mbing-mbing artinya bimbingan, arahan, petunjuk. Ari-ari sebagai salah satu bagian dari sedulur papat limo pancer dari kelahiran manusia, juga merupakan bagian dari kiblat papat limo pancer. Kiblat atau arah adalah petunjuk bagi kehidupan manusia. Mbah modin kasturi sebagai maestro keramik mayong saat ini sedang bereksplorasi membuat kendi raksasa dengan ukuran 5 m sebagai ikon Mayong.

Sementara Kang kustam lebih melihat dalam jangka pendek, selain pemugaran monumen, harus diadakan even untuk memantik kembali upaya "menghidupkan" monumen tersebut. langsung dia usul tgl 28 oktober diadakannya event tersebut.

usulan kang kustam itu langsung diamini oleh para hadirin. dan ditunjuklah kang munif sebagai koordinator even tersebut.
 
 

No comments: