![]() |
| Kang Munif, Bang Tigor, Mbah Modin Kasturi Serius membahas persiapan " Negeri yang terlahir Kembali" |
Berita ditemukannya perlengkapan bayi RA Kartini ini pertama kali diungkapkan oleh Kasturi, salah seorang seniman keramik
dalam rapat panitia kegiatan "Negeri yang terlahir kembali".
Kegiatan yang akan diselsenggarakan oleh komunitas "Njagong Kabudayan" direncanakan dilaksanakan tanggal 28 Oktober 2016 di
komplek Ari-ari Kartini Mayong Jepara.
"Njagong Kabudayan" merupakan ajang silaturahmi antar komunitas seni dan budaya yang diprakarsai sanggar BTS (Barokahe Tiyang
Sepuh).
Njagong yang diikuti antara lain oleh sanggar BTS, Sanggar Kidung Suwung, Komunitas Punden, Grup Musik Akustik Santri
Jalanan, Kelompok Seni TeRaSS omah, Masyarakat Seni Mayong, ini menelorkan gagasan pegembangan Ari-Ari Kartini. Rencana
Kegiatan akan dimulai dengan Ritual "Negeri yang terlahir kembali" sekaligus memperingati hari sumpah pemuda tanggal 28
Oktober.
Menurut Kang Munif Selaku Konseptor sekaligus koordinator kegiatan, "Negeri Yang terlahir Kembali" bermakna sumpah pemuda
merupakan momentum kesadaran bertanah air satu, berkebangsaan yang satu, dan Bahasa Indonesia merupakan alat untuk mendukung
persatuan tersebut. Kesadaran ini adalah sebuah kelahiran pemikiran akan kebangsaan dan nasionalisme. Pemikiran ini menjadi
Obor penerang dari kegelapan nasib kelam sebuah bangsa yang ratusan tahun terjajah. Ibu pertiwi yang terkungkung dalam
kegelapan adat deskriminasi penjajahan kolonialisme.
Perpempuan yang dikungkung dan dikekang adat deskriminasi, merupakan simbol penjajahan ibu pertiwi.
Kartini yang memberontak melalui pemikirannya adalah anak bangsa, yang tersadar dari penjajahan tersebut.
Sumpah Pemuda merupakan mata-rantai kesadaran akan gelapnya penjajahan.
Melalui sambungan pemikiran inilah melahirkan gerakan-gerakan nasionalisme berikutnya, dan anak mudalah yang selalu jadi
motornya.
Dengan simbol ritual ini diharapkan kita kembali tersadar akan penjajahan baru yang tengah "membully" bangsa ini.
Penjajahan Budaya, Penjajahan ekonomi, Penjajahan Idealisme dan nasionalisme, sehingga kita bahkan melupakan ari-ari kartini
yang merupakan simbol lahirnya pemikiran akan kebangsaan.
Dengan kesadaran kembali terhadap nasionalisme, kita tidak lagi terkagum-kagum dengan luar negeri, produk luar negeri, budaya
luar negeri, sikap dan pemikiran luar negeri dan melupakan kearifan lokal kita.
Dalam Ritual "Negeri Yang terlahir Kembali" nanti, direncanakan temuan-temuan perlengkapan bayi Kartini akan dikirab untuk
selanjutnya disimpan di Museum "Pesanggrahan Kartini".
Lalu apa saja piranti bayi tersebut? menurut Kasturi temuan itu antara lain terdiri dari ranjang tempat Kartini di Lahirkan,
Tas Popok Bayi Kartini, 'Pilisan' (tempat/landasan untuk membuat bedak, bobok, Pilis/bedak herbal/masker untuk pereda nyeri
dan mengencangkan kembali dan meredakan kembali ketegangan tubuh pasca melahirkan), selain itu ada 'lumpang' (tempat menumbuk
biji-bijian, dedaunan, rempah-rempah untuk jamu) serta beberapa barang yang lain.
Karena Barang-barang ini sangat berharga, bernilai sejarah tinggi, berumur ratusan tahun, informasi keberadaan barang-barang
ini serta penemunya masih dirahasiakan. Hal ini dimaksud untuk menjaga keamanan barang-barang tersebut.



No comments:
Post a Comment