Kumpulan segala berita update aktual | Nasional | Daerah | Politik | Ekonomi | Sosial | Budaya | Kesenian | Olahraga | Pendidikan | Mode | Teknologi | Wisata | Kuliner | Belanja | Agama

LightBlog

Breaking

10 November 2018

Fenomena Aneh, Merebus Pembalut Wanita Untuk Mabuk diungkap Dalam Sarasehan Hari Pahlawan di Jepara

DPC AAI (Asosiasi Advokad Indonesia) Jepara bersama dengan Koalisi Masyarakat Cinta Tanah Air (Komacita) Jepara, gelorakan "Semangat Pahlawan" dengan mengadakan acara Sarasehan, Doa Bersama dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Jepara untuk memperingati Hari Pahlawan ke 73 tahun 2018 di Kabupaten Jepara.
Diawal Acara sarasehan dan diskusi, baik panitia maupun seluruh peserta melakukan Do'a bersama dan Tahlil ditujukan untuk menghormati jasa - jasa Para Pahlawan yang telah gugur sebagai bunga bangsa,
Acara berlangsung kitmad diselenggarakan di Meeting Room Syailendra Hotel dan diakhiri dengan prosesi Tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Giri Dharma, yang bertujuan agar kita mampu gelorakan jiwa kepahlawanan terus menerus,
Ketua DPC AAI Jepara, H. Heni Purwadi, S.H. mengatakan, "Kita harus selalu menggelorakan semangat Kepahlawanan dalam hati kita untuk selalu mencintai negara ini. Tidak peduli apapun golongan atau organisasi kita". Itu menjadi titik pokok materi yang diangkat dalam diskusi tersebut.
Apalagi dengan maraknya fenomena aneh yang mulai merambah mental generasi muda kita, tak terkecuali Jepara, yaitu fenomena merebus "pembalut wanita" untuk mabuk, adalah cukup memperihatinkan dan patut menjadi perhatian yang signifikan. Dimana hal tersebut sangat merisaukan bagi masa depan generasi muda kita.
Pada acara ini, dari pihak panitia maupun semua yang hadir sepakat bahwasannya jiwa dan semangat kepahlawanan perlu ditumbuh kembangkan dalam kehidupan kita. Sehingga pengaruh negatif akan bisa diminimalisir dan untuk jangka panjangnya akan ditinggalkan.
Masyarakat jangan hanya diam tapi harus berani bicara, demi kemajuan bangsa kita, serta selalu menumbuhkan semangat membangun dan semangat bersatu untuk kebaikan, agar tidak sia-sia para pahlawan telah gugur demi Indonesia raya.
Adapun pihak yang hadir di acara ini beberapa Tokoh masyarakat, Tokoh profesional/Pemuda, Seniman, Ormas, IARMI, LMPI, Formades (Forum Masyarakat Desa), dan lain-lain.
Selanjutnya H.Heni Purwadi,SH. Alias Sultan Hannan berharap agar : "Kita sebagai generasi Penerus cita - cita Pahlawan harus selalu menjaga dan merawat serta mengisi kemerdekaaan bangsa kita dengan hal - hal yang positif, kita harus mampu menginspirasi, karena "Hidup adalah perjalanan menuju akhirat dan perjalanan menuju Kiamat" dan kelompok atau organisasi bisa bubar tapi persahabatan harus jalan terus, tegasnya.
Dalam sarasehan banyak hal disoroti para peserta dan pembicara.
Abdi Munif salah satu seniman jepara, setelah membaca puisi dengan "nggegirisi" menyampaikan bahwa, untuk memperbaiki mental salah satu caranya adalah lewat seni budaya. "Kalau ada pekerja seni yang rusak mentalnya itu mereka yang tergolong aliran sesat" katanya.
Dari sisi ekonomi, mantan Bankir ini juga melihat kemerosotan meubel. Sebagai potensi lokal yang bisa menggantikan peran meubel alternatifnya adalah pariwisata. Pernyataan ini didukung oleh Mulyono pemilik DM Tour.
Menurut Mulyono dengan majunya pariwisata maka potensi yang lain akan terangkat. Demikian juga pemda mestinya cerdas memenej agar larisnya wisata di Jepara justru daerah lain yang menikmati hasilnya.
Hal lain juga banyak disoroti oleh para peserta, seperti lalu lintas yang ruwet, juga banyaknya proyek yang tidak berguna setelah jadi dan sia-sia.
Hasil dari sarasehan ini rencananya akan diteruskan pada para stake holder yang berkaitan demi kemajuan jepara.
(TIM_TH/Jpr) reblog jateng7.com

No comments: